Apa itu sebenarnya dinamika kepemimpinan adalah perubahan atau pergantian kepemimpinan.Dinamika kepemimpinan bisa terjadi pada negara demokrasi, namun akan sulit terlaksana pada negara yang bersifat otoriter. Melalui undang-undang baru di Indonesia, presiden hanya bisa dipilih maksimal 2 kali masa jabatan (10 tahun). Hal ini menjadikan adanya dinamika dalam kepemimpinan, karena setelah maksimal sepuluh tahun menjabat maka presiden tersebut tidak bisa dipilih kembali dan harus digantikan oleh presiden yang baru. Sejarah membuktikan bahwa pemimpin yang terlalu lama berkuasa (di atas 23 tahun) akan cenderung korup, otoriter, dan sewenang-wenang. "Absolut power make absolute corrupt".
Faktor yang mempengaruhi dinamika kepemimpinan adalah kondisi sosial, politik, ekonomi, budaya, selera dan kepentingan masyarakat, kepentingan elit politik, dan kapabilitas dari pemimpin itu sendiri.
Faktor-faktor yang mempengaruhi
dinamika kepemimpinan
Hubungan manusiawi dalam kepemimpinan, cara
seorang pemimpin memperlakukan orang yang
dipimpinnya, yang akan memberikan tanggapan
berupa kegiatan-kegiatan yang menunjang /tidak
bagin pencapaian tujuan kelompok.
Hubungan manusiawi yang efektif, komunikasi
dan perlakuan yng menimbulkan rasa senang dan
puas bagi kedua pihak.Hubungan manusiawi yang tidak efektif,komunikasi
yang menimbulkan ketidakpuasan antar kedua
pihak.
Fungsi Kepemimpinan
Fungsi – fungsi kepemimpinan adalah sebagai berikut :
1. Fungsi Perencanaan
Seorang pemimpin perlu membuat perencanaan yang menyeluruh bagi organisasi dan bagi diri sendiri selaku penanggung jawab tercapainya tujuan organisasi. Manfaat – manfaat tersebut antara lain :
a. Perencanaan merupakan hasil pemikiran dan analisa situasi dalam pekerjaanuntuk memutuskan apa yang akan dilakukan
b. Perencanaan berarti pemikiran jauh ke depan disertai keputusan – keputusan yang berdasarkan atas fakta – fakta yang diketahui
c. Perencanaan berarti proyeksi atau penempatan diri ke situasi pekerjaan yang akan dilakukan dan tujuan atau target yang akan dicapai.
Perencanaan meliputi dua hal, yaitu :
a. Perencanaan tidak tertulis yang akan digunakan dalam jangka pendek, pada keadaan darurat, dan kegiatan yang bersifat terus menerus.
b. Perencanaan tertulis yang akan digunakan untuk menentukan kkegiatan – kegiatan yang akan dilakukan atas dasar jangka panjang dan menentukan prosedur – prosedur yang diperlukan
Setiap rencana yang baik akan berisi :
a. Maksud dan tujuan yang tetap dan dapat dipahami
b. Penggunaan sumber – sumber enam M secara tepat
c. Cara dan prosedur untuk mencapai tujuan tersebut
2. Fungsi memandang ke depan
Seorang pemimpin yang senantiasa memandang ke depan berarti akan mampu mendorong apa yang akan terjadi serta selalu waspada terhadap kemungkinan. Hal ini memberikan jaminan bahwa jalannya proses pekerjaan ke arah yang dituju akan dapat berlangusng terus menerus tanpa mengalami hambatan dan penyimpangan yang merugikan. Oleh sebab seorang pemimpin harus peka terhadap perkembangan situasi baik di dalam maupun diluar organisasi sehingga mampu mendeteksi hambatan-hambatan yang muncul, baik yang kecil maupun yang besar.
3. Fungsi pengembangan loyalitas
Pengembangan kesetiaan ini tidak saja diantara pengikut, tetapi juga unutk para pemimpin tingkat rendah dan menengah dalam organisai. Untuk mencapai kesetiaan ini, seseorang pemimpin sendiri harus memberi teladan baik dalam pemikiran, kata-kata, maupun tingkah laku sehari – hari yang menunjukkan kepada anak buahnya pemimpin sendiri tidak pernah mengingkari dan menyeleweng dari loyalitas segala sesuatu tidak akan dapat berjalan sebagaimana mestinya.
4. Fungsi Pengawasan
Fungsi pengawasan merupakan fungsi pemimpin untuk senantiasa meneliti kemampuan pelaksanaan rencana. Dengan adanya pengawasan maka hambatan – hambatan dapat segera diketemukan, untuk dipecahkan sehingga semua kegiatan kembali berlangsung menurut rel yang elah ditetapkan dalam rencana .
5. Fungsi mengambil keputusan
Pengambilan keputusan merupakan fungsi kepemimpinan yang tidak mudah dilakukan. Oleh sebab itu banyak pemimpin yang menunda untuk melakukan pengambilan keputusan. Bahkan ada pemimpin yang kurang berani mengambil keputusan. Metode pengambilan keputusan dapat dilakukan secara individu, kelompok tim atau panitia, dewan, komisi, referendum, mengajukan usul tertulis dan lain sebagainya.
No comments:
Post a Comment