Kesimpulan
yang dapat saya simpulkan dari hasil presentasi ini adalah sistem organisasi
merupakan unsur atau elemen yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi dalam
melakukan kegiatan bersama untuk mencapai suatu tujuan.Tujuan inilah yang
menjadi pemotivasi yang mengarhkan sistem.Tanpa tujuan sistem menjadi tak
terarah dan tak terkendali.
Wednesday, June 29, 2016
PERSEPSI DAN KOMUIKASI
Dalam
perkembangannya persepsi tergantung pada komunikasi, komunikasi pun
tergantung pada persepsi, keduanya merupakan berkaitan sangat erat.
Persepsi timbul karena adamya faktor internal dan eksternal, faktor
internal antara lain tergantung pada proses pemahaman sesuatu termasuk
di dalamnya sistem nilai tujuan. Sedangkan faktor eksternal berupa
lingkungan. Komunikasi timbul karena seseorang ingin menyampaikan
informasi keadaan orang lain.
Komunikasi
merupakan hal yang amat penting dalam perilaku organisasi, komunikasi
tidak sekedar proses penyampaian informasi yang simbol-simbolnya dapat
dilihat, didengar, dan dimengerti, tetapi proses penyampaian informasi
secara keseluruhan termasuk di dalamnya perasaan dan sikap dari orang
yang menyampaiakan tersebut.
Presepsi dan Komunikasi
Presepsi
sendiri memiliki pengertian proses internal yang kita lakukan untuk memilih,
mengevaluasi dan mengorganisasikan rangsangan dari lingkungan eksternal. Dengan
kata lain persepsi adalah cara kita mengubah energi – energi fisik lingkungan
kita menjadi pengalaman yang bermakna. Persepsi adalah juga inti komunikasi,
karena jika persepsi kita tidak akurat, tidak mungkin kita berkomunikasi dengan
efektif. Persepsilah yang menentukan kita memilih pesan dan mengabaikan pesan
yang lain. Semakin tinggi derajat kesamaan persepsi individu, semakin mudah dan
semakin sering mereka berkomunikasi, dan sebagai konsekuensinya semakin
cenderung membentuk kelompok budaya atau kelompok identitas
Mengelola Konflik dan Stress
Stres
dan konflik merupakan sebuah cerminan perilaku individu dan kelompok yang dapat
mempengaruhi perilaku organisasi secara keseluruhan. Cara mengelola konflik dan
stress yaitu selalu berfikiran positif terhadap rekan dan pekerjaan yang kita
lakukan,jangan biarkan konflik dan stres yang mengendalikan kita.
MENGELOLA KONFLIK DAN STRES
Stres
dan konflik merupakan sebuah cerminan perilaku individu dan kelompok
yang dapat mempengaruhi perilaku organisasi secara keseluruhan. Perilaku
organisasi mendasarkan diri terhadap apa yang dilakukan orang-orang
dalam organisasi dan bagaimana perilaku tersebut mempengaruhi kinerja
dari organisasi, dan menyangkut pula mengenai aspek-aspek tingkah laku
anggota dalam organisasi atau suatu kelompok tertentu. Organisasi dapat
memberikan pengaruh pada anggota dalam organisasi, sebaliknya mereka
bisa mempengaruhi organisasi.
Pengaruh Budaya atas Perilaku Organisasi
Contoh
budaya yaitu sikap kerja profesional dan beretika, proses kerja terbaik, dan
berusaha mencapai hasil terbaik. Budaya organisasi itu sendiri adalah
nilai-nilai positif yang menjadi jiwa dari operasi organisasi, dan dengan sadar
dan secara terus menerus dipelihara dan dikembangkan oleh semua pihak didalam
organisasi. Organisasi harus berupaya untuk membangun budaya perusahaan yang
sesuai untuk mendukung tercapainya visi dan misi organisasi. Schein membedakan
budaya organisasi kedalam kedalam tiga tingkat : Perilaku dan sikap, nilai, dan
keyakinan
PERILAKU INDIVIDU DALAM ORGANISASI
Individu
merupakan faktor utama dalam sebuah organisasi. Munculnya perilaku
organisasi itu bermula dari perilaku individu. Dalam hal ini, bagaimana
organisasi dapat bergerak dalam suatu lingkungan tergantung pada
perilaku individu-individu yang ada di dalamnya. Ini membuktikan bahwa,
perilaku individu merupakan bekal untuk memasuki suatu lingkungan
termasuk lingkungan organisasi.
Perilaku Kelompok
perilaku kelompok berbeda beda setiap sudut pandang. Dalam pengertian kelompok yang diuraikan dilihat dari empat sudut pandang sebagai berikut :
1. Kelompok dalam artian persepsi.
Banyak ahli ilmu perilaku berpendapat bahwa untuk dianggap suatu kelompok harus mempersepsikan hubungan mereka terhadap yang lainnya. Sebagai contoh:
Suatu kelompok kecil didefinisikan sebagai orang-orang yang terlibat dalam interaksi satu sama lain dalam suatu pertmuan tatap muka atau serangkaian pertemuan semacam itu, dimana setiap anggota menerima beberapa kesan atau persepsi yang cukup jelas tentang anggota lainnya sehingga ia dapat memberikan reaksi satu sama lain sebagai seorang individu yang ingin dihargai keberadaannya.
2. Kelompok dalam artian organisasi
Para ahli sosiologi memandang kelompok terutama dalam hubungannya dengan ciri-ciri keorganisasian. Misalnya menurut definisi sosiologi, kelompok ialah:
Suatu sistem yang diorganisasikan dari dua orang atau lebih yang saling berhubungan sehingga sistem tersebut melakukan beberapa fungsi, mempunyai seperangkat standard hubungan, peranan antar anggotanya, dan mempunyai seperangkat norma yang mengatur fungsi kelompok dan masing-masing anggotanya.
3 Kelompok dalam artian motivasi
Kelompok yang gagal dalam membantu anggotanya akan mengalami kesulitan dalam melangsungkan kehidupannya. Karyawan tidak dapat terpenuhi kebutuhannya dari suatu kelompok tertentu akan mencari kelompok lain untuk membantu memenuhi kebutuhannya. Pandangan ini mendefinisikan kelompok sebagai:
Sekumpulan individu yang keberadaanya sebagai sekumpulan yang menguntungkan individu-individu.
4. Kelompok dalam artian interaksi
Para ahli teori mengasumsikan interaksi dalam bentuk saling ketergantungan adalah inti kekelompokkan. Pandangan yang menekankan interaksi antar pribadi adalah sebagai berikut:
Yang dimaksudkan dengan kelompok menurut pandangan ini adalah, sejumlah orang yang berkomunikasi satu dengan yang lain yang sering melampaui rentang waktu tertentu, dan yang jumlahnya cukup sedikit sehingga setiap orang dapat berkomunikasi satu sama lain, tidak sebagai orang kedua, melalui orang lain, tetapi tetapi saling berhadapan.
1. Kelompok dalam artian persepsi.
Banyak ahli ilmu perilaku berpendapat bahwa untuk dianggap suatu kelompok harus mempersepsikan hubungan mereka terhadap yang lainnya. Sebagai contoh:
Suatu kelompok kecil didefinisikan sebagai orang-orang yang terlibat dalam interaksi satu sama lain dalam suatu pertmuan tatap muka atau serangkaian pertemuan semacam itu, dimana setiap anggota menerima beberapa kesan atau persepsi yang cukup jelas tentang anggota lainnya sehingga ia dapat memberikan reaksi satu sama lain sebagai seorang individu yang ingin dihargai keberadaannya.
2. Kelompok dalam artian organisasi
Para ahli sosiologi memandang kelompok terutama dalam hubungannya dengan ciri-ciri keorganisasian. Misalnya menurut definisi sosiologi, kelompok ialah:
Suatu sistem yang diorganisasikan dari dua orang atau lebih yang saling berhubungan sehingga sistem tersebut melakukan beberapa fungsi, mempunyai seperangkat standard hubungan, peranan antar anggotanya, dan mempunyai seperangkat norma yang mengatur fungsi kelompok dan masing-masing anggotanya.
3 Kelompok dalam artian motivasi
Kelompok yang gagal dalam membantu anggotanya akan mengalami kesulitan dalam melangsungkan kehidupannya. Karyawan tidak dapat terpenuhi kebutuhannya dari suatu kelompok tertentu akan mencari kelompok lain untuk membantu memenuhi kebutuhannya. Pandangan ini mendefinisikan kelompok sebagai:
Sekumpulan individu yang keberadaanya sebagai sekumpulan yang menguntungkan individu-individu.
4. Kelompok dalam artian interaksi
Para ahli teori mengasumsikan interaksi dalam bentuk saling ketergantungan adalah inti kekelompokkan. Pandangan yang menekankan interaksi antar pribadi adalah sebagai berikut:
Yang dimaksudkan dengan kelompok menurut pandangan ini adalah, sejumlah orang yang berkomunikasi satu dengan yang lain yang sering melampaui rentang waktu tertentu, dan yang jumlahnya cukup sedikit sehingga setiap orang dapat berkomunikasi satu sama lain, tidak sebagai orang kedua, melalui orang lain, tetapi tetapi saling berhadapan.
Perilaku organisasi
Perilaku organisasi merupakan suatu bidang studi yang mengamati tentang
pengaruh perilaku individu, kelompok dan perilaku dalam struktur
organisasi dengan maksud untuk mendapatkan pengetahuan guna memperbaiki
keefektifan organisasi.
Perilaku Organisasi adalah suatu disiplin ilmu yang mempelajari
bagaimana seharusnya perilaku tingkat individu, tingkat kelompok, serta
dampaknya terhadap kinerja (baik kinerja individual, kelompok, maupun
organisasi).
Pengertian prilaku organisasi menurut beberapa ahli,sebagai berikut :
- Toha (2001) bahwa yang dimaksud perilaku organisasi adalah suatu studi yang menyangkut aspek-aspek tingkah laku manusia dalam suatu organisasi atau suatu kelompok tertentu.
- John (1983) yang menyebutkan bahwa perilaku organisasi merupakan suatu istilah yang agak umum yang menunjukkan kepada sikap dan perilaku individu dan kelompok dalam organisasi, yang berkenaan dengan studi sistematis tentang sikap dan perilaku, baik yang menyangkut pribadi maupun antar pribadi di dalam konteks organisasi.
- James L. Gibson, John. M. Ivancevich, James. H. Donelly Jr. (1986) menyebutkan bahwa yang dimaksud perilaku organisasi adalah studi tentang perilaku manusia, sikapnya dan hasil karyanya dalam lingkungan keorganisasian.
- Robbin (2001) bahwa perilaku organisasi adalah suatu bidang studi yang menyelidiki dampak perorangan, kelompok dan struktur pada perilaku dalam organisasi dengan maksud menerapkan pengetahuan semacam itu untuk memperbaiki keefektifan organisasi.
- Prof.Joe.Kelly , perilaku organisasi adalah suatu bidang studi yang mempelajari sifat-sifat organisasi, termasuk bagaimana organisasi di bentuk, tumbuh dan berkembang.
- Drs. Adam Indrawijaya, perilakuorganisasi adalah suatu bidang studi yang mempelajari semua aspek yang berkaitan dengan tindakan manusia, baik aspek pengaruh anggota terhadap organisasi maupun pengaruh organisasi terhadap anggota.
- Drs. Sutrisna Hari, MM, perilaku organisasi adalah suatu bidang studi yang mempelajari dinamika organisasi sebagai hasil interaksi dari sifat khusus (karakteristik) anggota dan sifat khusus (karakteristik) para anggotannya dan pengaruh lingkungan.
- Larry L Cummings bahwa perilaku organisasi adalah suatu cara berpikir, suatu cara untuk memahami persoalan-persoalan dan menjelaskan secara nyata hasil-hasil penemuan berikut tindakan-tindakan pemecahan.
Peran Kepemimpinan Dalam Pengambilan Keputusan
Peran
Kepemimpinan dalam Pengambilan Keputusan
peran kepemimpinan
dalam pengambilan keputusan itu sangat penting. Peran kepemimpinan dalam sebuah
organisasi sangat besar dalam setiap pengambilan keputusan.
Arti dari pengambilan keputusan itu sendiri dalah proses memilih pemecahan masalah dari beberapa alternatif yang tersedia. Suatu maasalah timbul apabila ada perbedaan antara keinginan yang ditetapkan, apa yang diinginkan pemimpin, dengan keadaan yang sesungguhnya, keadaan yang dihadapi pemimpin. Adanya perbedaan antara yang sesungguhnya dan keinginan yang ditetapkan tidaklah menjamin bahwa pemimpin akan membuat keputusan untuk menyelesaikan masalah.
Arti dari pengambilan keputusan itu sendiri dalah proses memilih pemecahan masalah dari beberapa alternatif yang tersedia. Suatu maasalah timbul apabila ada perbedaan antara keinginan yang ditetapkan, apa yang diinginkan pemimpin, dengan keadaan yang sesungguhnya, keadaan yang dihadapi pemimpin. Adanya perbedaan antara yang sesungguhnya dan keinginan yang ditetapkan tidaklah menjamin bahwa pemimpin akan membuat keputusan untuk menyelesaikan masalah.
PENDEKATAN DALAM KEPEMIMPINAN
pendekatan dalam kepemimpinan adalah cara seseorang pemimpin untuk
dapat berkomunikasi dengan bawahannya atau rekan kerjanya,dengan begitu
pemimpin dan rekan kerja dapat bekerja sama dalam menjalani pekerjaan
ataupun organisasi.
Empat jenis pendekatan yang dapat di gunakan yaitu :
1. Pendekatan sifat
2. Pendekatan keahlian
3. Pendekatan perilaku
4. Pendekatan Situasional
Kaderisasi dan Kualitas Kepemimpinan
Kaderisasi adalah proses utk menghasilkan pemimpin baru dan anggota
yang berkualitas dan kompeten untuk melanjutkan kepemimpinan di suatu
organisasi agar organisasi tersebut tetap eksis dan berjalan dengan baik sesuai
dengan tujuan dan cita-cita organisasi tersebut. Kaderisasi ini amat sangat penting tentunya untuk pewarisan
nilai-nilai organisasi yang baik,
selain itu untuk penjamin keberlangsungan organisasi dan juga sarana belajar bagi
anggota, tempat di mana anggota
mendapat pendidikan yang tidak didapat di bangku pendidikan formal.
Kualitas
kepemimpinan menurut saya dapat di lihat dengan bagaimana pemimpin tersebut
merangkul kader-kadernya dan anggota-anggotanya
Profil Kepemimpinan
Profil
kepemimpinan merupakan data diri/riwayat seseorang mengenai pengalaman memimpin.
Adapun untuk menjadi seorang pemimpin juga harus memiliki sifat STAF yaitu
Shidiqh, Tabligh, Amanah, Fathanah
Dinamika dan Fungsi Kepemimpinan
Dinamika Kepemimpinan
Apa itu sebenarnya dinamika kepemimpinan adalah perubahan atau pergantian kepemimpinan.Dinamika kepemimpinan bisa terjadi pada negara demokrasi, namun akan sulit terlaksana pada negara yang bersifat otoriter. Melalui undang-undang baru di Indonesia, presiden hanya bisa dipilih maksimal 2 kali masa jabatan (10 tahun). Hal ini menjadikan adanya dinamika dalam kepemimpinan, karena setelah maksimal sepuluh tahun menjabat maka presiden tersebut tidak bisa dipilih kembali dan harus digantikan oleh presiden yang baru. Sejarah membuktikan bahwa pemimpin yang terlalu lama berkuasa (di atas 23 tahun) akan cenderung korup, otoriter, dan sewenang-wenang. "Absolut power make absolute corrupt".
Faktor yang mempengaruhi dinamika kepemimpinan adalah kondisi sosial, politik, ekonomi, budaya, selera dan kepentingan masyarakat, kepentingan elit politik, dan kapabilitas dari pemimpin itu sendiri.
Faktor-faktor yang mempengaruhi
dinamika kepemimpinan
Hubungan manusiawi dalam kepemimpinan, cara
seorang pemimpin memperlakukan orang yang
dipimpinnya, yang akan memberikan tanggapan
berupa kegiatan-kegiatan yang menunjang /tidak
bagin pencapaian tujuan kelompok.
Hubungan manusiawi yang efektif, komunikasi
dan perlakuan yng menimbulkan rasa senang dan
puas bagi kedua pihak.Hubungan manusiawi yang tidak efektif,komunikasi
yang menimbulkan ketidakpuasan antar kedua
pihak.
Fungsi Kepemimpinan
Fungsi – fungsi kepemimpinan adalah sebagai berikut :
1. Fungsi Perencanaan
Seorang pemimpin perlu membuat perencanaan yang menyeluruh bagi organisasi dan bagi diri sendiri selaku penanggung jawab tercapainya tujuan organisasi. Manfaat – manfaat tersebut antara lain :
a. Perencanaan merupakan hasil pemikiran dan analisa situasi dalam pekerjaanuntuk memutuskan apa yang akan dilakukan
b. Perencanaan berarti pemikiran jauh ke depan disertai keputusan – keputusan yang berdasarkan atas fakta – fakta yang diketahui
c. Perencanaan berarti proyeksi atau penempatan diri ke situasi pekerjaan yang akan dilakukan dan tujuan atau target yang akan dicapai.
Perencanaan meliputi dua hal, yaitu :
a. Perencanaan tidak tertulis yang akan digunakan dalam jangka pendek, pada keadaan darurat, dan kegiatan yang bersifat terus menerus.
b. Perencanaan tertulis yang akan digunakan untuk menentukan kkegiatan – kegiatan yang akan dilakukan atas dasar jangka panjang dan menentukan prosedur – prosedur yang diperlukan
Setiap rencana yang baik akan berisi :
a. Maksud dan tujuan yang tetap dan dapat dipahami
b. Penggunaan sumber – sumber enam M secara tepat
c. Cara dan prosedur untuk mencapai tujuan tersebut
2. Fungsi memandang ke depan
Seorang pemimpin yang senantiasa memandang ke depan berarti akan mampu mendorong apa yang akan terjadi serta selalu waspada terhadap kemungkinan. Hal ini memberikan jaminan bahwa jalannya proses pekerjaan ke arah yang dituju akan dapat berlangusng terus menerus tanpa mengalami hambatan dan penyimpangan yang merugikan. Oleh sebab seorang pemimpin harus peka terhadap perkembangan situasi baik di dalam maupun diluar organisasi sehingga mampu mendeteksi hambatan-hambatan yang muncul, baik yang kecil maupun yang besar.
3. Fungsi pengembangan loyalitas
Pengembangan kesetiaan ini tidak saja diantara pengikut, tetapi juga unutk para pemimpin tingkat rendah dan menengah dalam organisai. Untuk mencapai kesetiaan ini, seseorang pemimpin sendiri harus memberi teladan baik dalam pemikiran, kata-kata, maupun tingkah laku sehari – hari yang menunjukkan kepada anak buahnya pemimpin sendiri tidak pernah mengingkari dan menyeleweng dari loyalitas segala sesuatu tidak akan dapat berjalan sebagaimana mestinya.
4. Fungsi Pengawasan
Fungsi pengawasan merupakan fungsi pemimpin untuk senantiasa meneliti kemampuan pelaksanaan rencana. Dengan adanya pengawasan maka hambatan – hambatan dapat segera diketemukan, untuk dipecahkan sehingga semua kegiatan kembali berlangsung menurut rel yang elah ditetapkan dalam rencana .
5. Fungsi mengambil keputusan
Pengambilan keputusan merupakan fungsi kepemimpinan yang tidak mudah dilakukan. Oleh sebab itu banyak pemimpin yang menunda untuk melakukan pengambilan keputusan. Bahkan ada pemimpin yang kurang berani mengambil keputusan. Metode pengambilan keputusan dapat dilakukan secara individu, kelompok tim atau panitia, dewan, komisi, referendum, mengajukan usul tertulis dan lain sebagainya.
Apa itu sebenarnya dinamika kepemimpinan adalah perubahan atau pergantian kepemimpinan.Dinamika kepemimpinan bisa terjadi pada negara demokrasi, namun akan sulit terlaksana pada negara yang bersifat otoriter. Melalui undang-undang baru di Indonesia, presiden hanya bisa dipilih maksimal 2 kali masa jabatan (10 tahun). Hal ini menjadikan adanya dinamika dalam kepemimpinan, karena setelah maksimal sepuluh tahun menjabat maka presiden tersebut tidak bisa dipilih kembali dan harus digantikan oleh presiden yang baru. Sejarah membuktikan bahwa pemimpin yang terlalu lama berkuasa (di atas 23 tahun) akan cenderung korup, otoriter, dan sewenang-wenang. "Absolut power make absolute corrupt".
Faktor yang mempengaruhi dinamika kepemimpinan adalah kondisi sosial, politik, ekonomi, budaya, selera dan kepentingan masyarakat, kepentingan elit politik, dan kapabilitas dari pemimpin itu sendiri.
Faktor-faktor yang mempengaruhi
dinamika kepemimpinan
Hubungan manusiawi dalam kepemimpinan, cara
seorang pemimpin memperlakukan orang yang
dipimpinnya, yang akan memberikan tanggapan
berupa kegiatan-kegiatan yang menunjang /tidak
bagin pencapaian tujuan kelompok.
Hubungan manusiawi yang efektif, komunikasi
dan perlakuan yng menimbulkan rasa senang dan
puas bagi kedua pihak.Hubungan manusiawi yang tidak efektif,komunikasi
yang menimbulkan ketidakpuasan antar kedua
pihak.
Fungsi Kepemimpinan
Fungsi – fungsi kepemimpinan adalah sebagai berikut :
1. Fungsi Perencanaan
Seorang pemimpin perlu membuat perencanaan yang menyeluruh bagi organisasi dan bagi diri sendiri selaku penanggung jawab tercapainya tujuan organisasi. Manfaat – manfaat tersebut antara lain :
a. Perencanaan merupakan hasil pemikiran dan analisa situasi dalam pekerjaanuntuk memutuskan apa yang akan dilakukan
b. Perencanaan berarti pemikiran jauh ke depan disertai keputusan – keputusan yang berdasarkan atas fakta – fakta yang diketahui
c. Perencanaan berarti proyeksi atau penempatan diri ke situasi pekerjaan yang akan dilakukan dan tujuan atau target yang akan dicapai.
Perencanaan meliputi dua hal, yaitu :
a. Perencanaan tidak tertulis yang akan digunakan dalam jangka pendek, pada keadaan darurat, dan kegiatan yang bersifat terus menerus.
b. Perencanaan tertulis yang akan digunakan untuk menentukan kkegiatan – kegiatan yang akan dilakukan atas dasar jangka panjang dan menentukan prosedur – prosedur yang diperlukan
Setiap rencana yang baik akan berisi :
a. Maksud dan tujuan yang tetap dan dapat dipahami
b. Penggunaan sumber – sumber enam M secara tepat
c. Cara dan prosedur untuk mencapai tujuan tersebut
2. Fungsi memandang ke depan
Seorang pemimpin yang senantiasa memandang ke depan berarti akan mampu mendorong apa yang akan terjadi serta selalu waspada terhadap kemungkinan. Hal ini memberikan jaminan bahwa jalannya proses pekerjaan ke arah yang dituju akan dapat berlangusng terus menerus tanpa mengalami hambatan dan penyimpangan yang merugikan. Oleh sebab seorang pemimpin harus peka terhadap perkembangan situasi baik di dalam maupun diluar organisasi sehingga mampu mendeteksi hambatan-hambatan yang muncul, baik yang kecil maupun yang besar.
3. Fungsi pengembangan loyalitas
Pengembangan kesetiaan ini tidak saja diantara pengikut, tetapi juga unutk para pemimpin tingkat rendah dan menengah dalam organisai. Untuk mencapai kesetiaan ini, seseorang pemimpin sendiri harus memberi teladan baik dalam pemikiran, kata-kata, maupun tingkah laku sehari – hari yang menunjukkan kepada anak buahnya pemimpin sendiri tidak pernah mengingkari dan menyeleweng dari loyalitas segala sesuatu tidak akan dapat berjalan sebagaimana mestinya.
4. Fungsi Pengawasan
Fungsi pengawasan merupakan fungsi pemimpin untuk senantiasa meneliti kemampuan pelaksanaan rencana. Dengan adanya pengawasan maka hambatan – hambatan dapat segera diketemukan, untuk dipecahkan sehingga semua kegiatan kembali berlangsung menurut rel yang elah ditetapkan dalam rencana .
5. Fungsi mengambil keputusan
Pengambilan keputusan merupakan fungsi kepemimpinan yang tidak mudah dilakukan. Oleh sebab itu banyak pemimpin yang menunda untuk melakukan pengambilan keputusan. Bahkan ada pemimpin yang kurang berani mengambil keputusan. Metode pengambilan keputusan dapat dilakukan secara individu, kelompok tim atau panitia, dewan, komisi, referendum, mengajukan usul tertulis dan lain sebagainya.
Teori kepemimpinan
Memahami Teori Kepemimpinan kita pertama tama harus lah tahu apa itu arti seorang pemimpin. lalu apa itu pemimpin ? Dalam bahasa Indonesia "pemimpin" sering disebut penghulu, pemuka,
pelopor, pembina, panutan, pembimbing, pengurus, penggerak, ketua,
kepala, penuntun, raja, tua-tua, dan sebagainya. Sedangkan istilah
Memimpin digunakan dalam konteks hasil penggunaan peran seseorang
berkaitan dengan kemampuannya mempengaruhi orang lain dengan berbagai
cara.
Istilah pemimpin, kemimpinan, dan memimpin pada mulanya berasal dari kata dasar yang
sama "pimpin". Namun demikian ketiganya digunakan dalam konteks yang berbeda.
Pemimpin adalah suatu lakon/peran dalam sistem tertentu; karenanya seseorang dalam peran formal belum tentu memiliki ketrampilan kepemimpinan dan belum tentu mampu memimpin. Istilah Kepemimpinan pada dasarnya berhubungan dengan ketrampilan, kecakapan, dan tingkat pengaruh yang dimiliki seseorang; oleh sebab itu kepemimpinan bisa dimiliki oleh orang yang bukan "pemimpin".
Arti pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan, khususnya kecakapan/ kelebihan di satu bidang sehingga dia mampu mempengaruhi orang-orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi pencapaian satu atau beberapa tujuan. Pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan - khususnya kecakapan-kelebihan di satu bidang , sehingga dia mampu mempengaruhi orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu untuk pencapaian satu beberapa tujuan. (Kartini Kartono, 1994 : 181).lalu apa saja kah tugas dari pempimpin ?
Tugas Pemimpin
Menurut James A.F Stonen, tugas utama seorang pemimpin adalah:
1. Pemimpin bekerja dengan orang lain : Seorang pemimpin bertanggung jawab untuk
bekerja dengan orang lain, salah satu dengan atasannya, staf, teman sekerja atau atasan lain dalam organjsasi sebaik orang diluar organisasi.
2. Pemimpin adalah tanggung jawab dan mempertanggungjawabkan (akontabilitas):
Seorang pemimpin bertanggungjawab untuk menyusun tugas menjalankan tugas,
mengadakan evaluasi, untuk mencapai outcome yang terbaik. Pemimpin bertanggung
jawab untuk kesuksesan stafhya tanpa kegagalan.
3. Pemimpin menyeimbangkan pencapaian tujuan dan prioritas : Proses kepemimpinan
dibatasi sumber, jadi pemimpin hanya dapat menyusun tugas dengan mendahulukan
prioritas. Dalam upaya pencapaian tujuan pemimpin harus dapat mendelegasikan tugas-
tugasnya kepada staf. Kemudian pemimpin harus dapat mengatur waktu secara
efektif,dan menyelesaikan masalah secara efektif.
4. Pemimpin harus berpikir secara analitis dan konseptual : Seorang pemimpin harus menjadi seorang pemikir yang analitis dan konseptual. Selanjutnya dapat mengidentifikasi masalah dengan akurat. Pemimpin harus dapat menguraikan seluruh pekerjaan menjadf lebih jelas dan kaitannya dengan pekerjaan lain.
5. Manajer adalah forcing mediator : Konflik selalu terjadi pada setiap tim dan organisasi. Oleh karena itu, pemimpin harus dapat menjadi seorang mediator (penengah).
6. Pemimpin adalah politisi dan diplomat: Seorang pemimpin harus mampu mengajak dan melakukan kompromi. Sebagai seorang diplomat, seorang pemimpin harus dapat mewakili tim atau organisasinya.
7. Pemimpin membuat keputusan yang sulit : Seorang pemimpin harus dapat memecahkan masalah.
Lalu apa KEPEMIMPINAN ? kepemimpinan yaitu teori genetis dimana menjelaskan bahwa seseorang akan dapat menjadi pemimpin karena ia telah dilahirkan untuk bisa menjadi pemimpin; dia telah memiliki bakat dan mempunyai pembawaan untuk bisa menjadi pemimpin. Menurut teori kepemimpinan seperti teori genetis ini mengasumsikan bahwa tidak setiap orang dapat menjadi pemimpin, hanya beberapa orang yang memiliki pembawaan dan bakat saja yang dapat menjadi pemimpin. Hal tersebut memunculkan “Pemimpin tidak hanya sekedar dibentuk tapi dilahirkan”.
Teori kepemimpinan yang kedua yaitu teori sosial yang menyatakan bahwa seseorang akan dapat menjadi pemimpin karena lingkungannya yang mendukung, keadaan dan waktu memungkinkan ia bisa menjadi pemimpin. Setiap orang dapat memimpin asal diberikan kesempatan dan diberikan pembinaan untuk dapat menjadi pemimpin meskipun ia tidak memiliki pembawaan atau bakat. Adapun istilah dari teori kepemimpinan sosial ini yaitu Pemimpin itu dibentuk bukan dilahirkan.
Teori kepemimpinan yang ketiga yaitu teori ekologis, dalam teori kepemimpinan ekologis ini menyatakan bahwa gabungan dari teori genetis dan sosial, dimana seseorang akan menjadi pemimpin membutuhkan bakat dan bakat tersebut mesti selalu dibina agar berkembang. Kemungkinan untuk bisa mengembangkan bakat tersebut itu tergantung dari lingkungannya.
Teori kepemimpinan yang keempat yaitu teori situasi, dalam teori kepemimpinan situasi ini menyatkaan bahwa seseorang dapat menjadi pemimpin ketika berada dalam situasi tertentu karena dia memiliki kelebihan-kelebihan yang dibutuhkan dalam situasi tersebut. Akan tetapi pada situasi yang lainnya, kelebihannya tersebut tidak dibutuhkan, akhirnya ia tidak akan menjadi pemimpin lagi, bahkan bisa jadi menjadi pengikut saja.
Oleh karena itu, jika seorang ingin menjadi pemimpin dan ingin meningkatkan kecakapannya dan kemampuannya dalam memimpin maka dibutuhkan untuk bisa mengetahui segala ruang lingkup gaya kepemimpinan yang efektif. Adapun para ahli dalam bidang kepemimpinan sudah meneliti dan mengembangkan beberapa gaya kepemimpinan yang berbeda dimana sesuai dengan adanya evolusi dari teori kepemimpinan. Untuk ruang lingkupnya, gaya kepemimpinan terbagi atas tiga pendekatan yaitu pendekatan sifat kepribadian pemimpin, dan pendekatan perilaku pemimpin dan pendekatan situasional atau kontingensi.
Istilah pemimpin, kemimpinan, dan memimpin pada mulanya berasal dari kata dasar yang
sama "pimpin". Namun demikian ketiganya digunakan dalam konteks yang berbeda.
Pemimpin adalah suatu lakon/peran dalam sistem tertentu; karenanya seseorang dalam peran formal belum tentu memiliki ketrampilan kepemimpinan dan belum tentu mampu memimpin. Istilah Kepemimpinan pada dasarnya berhubungan dengan ketrampilan, kecakapan, dan tingkat pengaruh yang dimiliki seseorang; oleh sebab itu kepemimpinan bisa dimiliki oleh orang yang bukan "pemimpin".
Arti pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan, khususnya kecakapan/ kelebihan di satu bidang sehingga dia mampu mempengaruhi orang-orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi pencapaian satu atau beberapa tujuan. Pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan - khususnya kecakapan-kelebihan di satu bidang , sehingga dia mampu mempengaruhi orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu untuk pencapaian satu beberapa tujuan. (Kartini Kartono, 1994 : 181).lalu apa saja kah tugas dari pempimpin ?
Tugas Pemimpin
Menurut James A.F Stonen, tugas utama seorang pemimpin adalah:
1. Pemimpin bekerja dengan orang lain : Seorang pemimpin bertanggung jawab untuk
bekerja dengan orang lain, salah satu dengan atasannya, staf, teman sekerja atau atasan lain dalam organjsasi sebaik orang diluar organisasi.
2. Pemimpin adalah tanggung jawab dan mempertanggungjawabkan (akontabilitas):
Seorang pemimpin bertanggungjawab untuk menyusun tugas menjalankan tugas,
mengadakan evaluasi, untuk mencapai outcome yang terbaik. Pemimpin bertanggung
jawab untuk kesuksesan stafhya tanpa kegagalan.
3. Pemimpin menyeimbangkan pencapaian tujuan dan prioritas : Proses kepemimpinan
dibatasi sumber, jadi pemimpin hanya dapat menyusun tugas dengan mendahulukan
prioritas. Dalam upaya pencapaian tujuan pemimpin harus dapat mendelegasikan tugas-
tugasnya kepada staf. Kemudian pemimpin harus dapat mengatur waktu secara
efektif,dan menyelesaikan masalah secara efektif.
4. Pemimpin harus berpikir secara analitis dan konseptual : Seorang pemimpin harus menjadi seorang pemikir yang analitis dan konseptual. Selanjutnya dapat mengidentifikasi masalah dengan akurat. Pemimpin harus dapat menguraikan seluruh pekerjaan menjadf lebih jelas dan kaitannya dengan pekerjaan lain.
5. Manajer adalah forcing mediator : Konflik selalu terjadi pada setiap tim dan organisasi. Oleh karena itu, pemimpin harus dapat menjadi seorang mediator (penengah).
6. Pemimpin adalah politisi dan diplomat: Seorang pemimpin harus mampu mengajak dan melakukan kompromi. Sebagai seorang diplomat, seorang pemimpin harus dapat mewakili tim atau organisasinya.
7. Pemimpin membuat keputusan yang sulit : Seorang pemimpin harus dapat memecahkan masalah.
Lalu apa KEPEMIMPINAN ? kepemimpinan yaitu teori genetis dimana menjelaskan bahwa seseorang akan dapat menjadi pemimpin karena ia telah dilahirkan untuk bisa menjadi pemimpin; dia telah memiliki bakat dan mempunyai pembawaan untuk bisa menjadi pemimpin. Menurut teori kepemimpinan seperti teori genetis ini mengasumsikan bahwa tidak setiap orang dapat menjadi pemimpin, hanya beberapa orang yang memiliki pembawaan dan bakat saja yang dapat menjadi pemimpin. Hal tersebut memunculkan “Pemimpin tidak hanya sekedar dibentuk tapi dilahirkan”.
Teori kepemimpinan yang kedua yaitu teori sosial yang menyatakan bahwa seseorang akan dapat menjadi pemimpin karena lingkungannya yang mendukung, keadaan dan waktu memungkinkan ia bisa menjadi pemimpin. Setiap orang dapat memimpin asal diberikan kesempatan dan diberikan pembinaan untuk dapat menjadi pemimpin meskipun ia tidak memiliki pembawaan atau bakat. Adapun istilah dari teori kepemimpinan sosial ini yaitu Pemimpin itu dibentuk bukan dilahirkan.
Teori kepemimpinan yang ketiga yaitu teori ekologis, dalam teori kepemimpinan ekologis ini menyatakan bahwa gabungan dari teori genetis dan sosial, dimana seseorang akan menjadi pemimpin membutuhkan bakat dan bakat tersebut mesti selalu dibina agar berkembang. Kemungkinan untuk bisa mengembangkan bakat tersebut itu tergantung dari lingkungannya.
Teori kepemimpinan yang keempat yaitu teori situasi, dalam teori kepemimpinan situasi ini menyatkaan bahwa seseorang dapat menjadi pemimpin ketika berada dalam situasi tertentu karena dia memiliki kelebihan-kelebihan yang dibutuhkan dalam situasi tersebut. Akan tetapi pada situasi yang lainnya, kelebihannya tersebut tidak dibutuhkan, akhirnya ia tidak akan menjadi pemimpin lagi, bahkan bisa jadi menjadi pengikut saja.
Oleh karena itu, jika seorang ingin menjadi pemimpin dan ingin meningkatkan kecakapannya dan kemampuannya dalam memimpin maka dibutuhkan untuk bisa mengetahui segala ruang lingkup gaya kepemimpinan yang efektif. Adapun para ahli dalam bidang kepemimpinan sudah meneliti dan mengembangkan beberapa gaya kepemimpinan yang berbeda dimana sesuai dengan adanya evolusi dari teori kepemimpinan. Untuk ruang lingkupnya, gaya kepemimpinan terbagi atas tiga pendekatan yaitu pendekatan sifat kepribadian pemimpin, dan pendekatan perilaku pemimpin dan pendekatan situasional atau kontingensi.
Subscribe to:
Posts (Atom)