Kesimpulan
yang dapat saya simpulkan dari hasil presentasi ini adalah sistem organisasi
merupakan unsur atau elemen yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi dalam
melakukan kegiatan bersama untuk mencapai suatu tujuan.Tujuan inilah yang
menjadi pemotivasi yang mengarhkan sistem.Tanpa tujuan sistem menjadi tak
terarah dan tak terkendali.
melihat dari sisi padang berbeda
Wednesday, June 29, 2016
PERSEPSI DAN KOMUIKASI
Dalam
perkembangannya persepsi tergantung pada komunikasi, komunikasi pun
tergantung pada persepsi, keduanya merupakan berkaitan sangat erat.
Persepsi timbul karena adamya faktor internal dan eksternal, faktor
internal antara lain tergantung pada proses pemahaman sesuatu termasuk
di dalamnya sistem nilai tujuan. Sedangkan faktor eksternal berupa
lingkungan. Komunikasi timbul karena seseorang ingin menyampaikan
informasi keadaan orang lain.
Komunikasi
merupakan hal yang amat penting dalam perilaku organisasi, komunikasi
tidak sekedar proses penyampaian informasi yang simbol-simbolnya dapat
dilihat, didengar, dan dimengerti, tetapi proses penyampaian informasi
secara keseluruhan termasuk di dalamnya perasaan dan sikap dari orang
yang menyampaiakan tersebut.
Presepsi dan Komunikasi
Presepsi
sendiri memiliki pengertian proses internal yang kita lakukan untuk memilih,
mengevaluasi dan mengorganisasikan rangsangan dari lingkungan eksternal. Dengan
kata lain persepsi adalah cara kita mengubah energi – energi fisik lingkungan
kita menjadi pengalaman yang bermakna. Persepsi adalah juga inti komunikasi,
karena jika persepsi kita tidak akurat, tidak mungkin kita berkomunikasi dengan
efektif. Persepsilah yang menentukan kita memilih pesan dan mengabaikan pesan
yang lain. Semakin tinggi derajat kesamaan persepsi individu, semakin mudah dan
semakin sering mereka berkomunikasi, dan sebagai konsekuensinya semakin
cenderung membentuk kelompok budaya atau kelompok identitas
Mengelola Konflik dan Stress
Stres
dan konflik merupakan sebuah cerminan perilaku individu dan kelompok yang dapat
mempengaruhi perilaku organisasi secara keseluruhan. Cara mengelola konflik dan
stress yaitu selalu berfikiran positif terhadap rekan dan pekerjaan yang kita
lakukan,jangan biarkan konflik dan stres yang mengendalikan kita.
MENGELOLA KONFLIK DAN STRES
Stres
dan konflik merupakan sebuah cerminan perilaku individu dan kelompok
yang dapat mempengaruhi perilaku organisasi secara keseluruhan. Perilaku
organisasi mendasarkan diri terhadap apa yang dilakukan orang-orang
dalam organisasi dan bagaimana perilaku tersebut mempengaruhi kinerja
dari organisasi, dan menyangkut pula mengenai aspek-aspek tingkah laku
anggota dalam organisasi atau suatu kelompok tertentu. Organisasi dapat
memberikan pengaruh pada anggota dalam organisasi, sebaliknya mereka
bisa mempengaruhi organisasi.
Pengaruh Budaya atas Perilaku Organisasi
Contoh
budaya yaitu sikap kerja profesional dan beretika, proses kerja terbaik, dan
berusaha mencapai hasil terbaik. Budaya organisasi itu sendiri adalah
nilai-nilai positif yang menjadi jiwa dari operasi organisasi, dan dengan sadar
dan secara terus menerus dipelihara dan dikembangkan oleh semua pihak didalam
organisasi. Organisasi harus berupaya untuk membangun budaya perusahaan yang
sesuai untuk mendukung tercapainya visi dan misi organisasi. Schein membedakan
budaya organisasi kedalam kedalam tiga tingkat : Perilaku dan sikap, nilai, dan
keyakinan
PERILAKU INDIVIDU DALAM ORGANISASI
Individu
merupakan faktor utama dalam sebuah organisasi. Munculnya perilaku
organisasi itu bermula dari perilaku individu. Dalam hal ini, bagaimana
organisasi dapat bergerak dalam suatu lingkungan tergantung pada
perilaku individu-individu yang ada di dalamnya. Ini membuktikan bahwa,
perilaku individu merupakan bekal untuk memasuki suatu lingkungan
termasuk lingkungan organisasi.
Subscribe to:
Posts (Atom)